Filosofi 'Keberanian Luar Biasa' Cesc Fàbregas: Como Tak Terkalahkan dalam 7 Laga Serie A, Kuasai 72% Penguasaan Bola
Liga Italia

Filosofi ‘Keberanian Luar Biasa’ Cesc Fàbregas: Como Tak Terkalahkan dalam 7 Laga Serie A, Kuasai 72% Penguasaan Bola

Como, Italia – Kebangkitan sensasional Como 1907 di kancah Liga Italia Serie A terus berlanjut di bawah arahan pelatih muda Cesc Fàbregas. I Lariani (julukan Como) berhasil melibas Hellas Verona dengan skor meyakinkan 3-1 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Kamis dini hari WIB (29/10/2025). Kemenangan di pekan kesembilan ini tidak hanya memperpanjang rekor tak terkalahkan Como menjadi tujuh pertandingan beruntun di Serie A, tetapi juga secara serius meramaikan persaingan menuju zona empat besar.

Baca Juga : Drama Marathon DFB Pokal: Dortmund Lolos ke Babak 16 Besar Usai Redam Perlawanan Sengit Frankfurt di Adu Penalti

Tiga gol Como dicetak oleh Anastasios Douvikas (9′), Stefan Posch (62′), dan Mergim Vojvoda (90+2′). Namun, bagi Fàbregas, momen paling berharga justru terjadi di balik satu-satunya gol balasan lawan.

Pembelaan Tegas untuk Filosofi Bermain dari Belakang

Gol Verona yang dicetak oleh Suat Serdar (25′) lahir dari kesalahan fatal Maxence Caqueret yang mencoba menerima operan pendek dari kiper Jean Butez. Kesalahan ini, yang sering kali dikecam dalam sepak bola modern, justru mendapat pembelaan kuat dari Fàbregas.

Mantan gelandang Barcelona dan Arsenal itu mengakui bahwa kesalahan tersebut adalah konsekuensi dari instruksinya untuk membangun serangan dari lini belakang.

“Kemenangan sebagai sebuah tim, dengan keberanian yang luar biasa. Saya sangat senang, para pemain ini benar-benar membuat saya bahagia,” tutur Cesc Fàbregas, dilansir dari Tuttomercatoweb.

Fàbregas menegaskan bahwa ia tidak akan mengubah filosofi ofensif timnya, yang mengedepankan penguasaan bola dan konstruksi serangan yang detail.

“Saya terharu ketika terjadi kesalahan yang berasal dari saya sendiri, karena saya memang meminta mereka bermain seperti itu dan tim tetap melanjutkan permainan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesalahan adalah bagian tak terpisahkan dari permainan yang berani. “Kalau lawan mencetak gol seperti itu, ya bagus untuk mereka. Caqueret kehilangan momen, tapi kesalahan adalah bagian dari permainan.”

Identitas Permainan Dominan

Kemenangan atas Verona bagi Fàbregas lebih bernilai dari sekadar tiga poin. Ini adalah penegasan identitas bermain Como yang kental dengan ciri khas penguasaan bola ala Spanyol.

“Ini kemenangan yang mencerminkan identitas kami, jauh lebih dari sekadar skor 4-0. Kami menguasai 72% penguasaan bola; di Serie A itu tidak mudah,” ungkap pelatih asal Spanyol tersebut.

Fàbregas berjanji akan terus menuntut timnya untuk menerapkan sepak bola ofensif yang dominan. Ia memperingatkan para pemainnya bahwa kemenangan hanya bisa dicapai jika mereka tetap berpegangan teguh pada prinsip tersebut.

“Apa yang sudah kami lakukan? Maka lanjutkan seperti itu. Jika Caqueret atau Butez mulai membuang bola sembarangan, kami tidak akan menang,” tutupnya, memberikan jaminan bahwa Como akan terus menyajikan gaya sepak bola yang menghibur dan menyerang, terlepas dari risiko yang ada.

Tren tak terkalahkan selama tujuh laga beruntun ini telah menempatkan Como sebagai kuda hitam yang patut diperhitungkan di klasemen sementara Serie A, menantang dominasi klub-klub tradisional Italia.