Jakarta – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memberikan penjelasan mengenai kegagalan timnya mengalahkan Chelsea, meskipun The Gunners bermain melawan sepuluh pemain The Blues sejak babak pertama. Pertandingan Derbi London di Liga Inggris pekan ke-13 yang digelar di Stamford Bridge pada Minggu (30/11/2025) berakhir dengan skor imbang 1-1.
Jalannya pertandingan berubah signifikan ketika gelandang Chelsea, Moises Caicedo, diganjar kartu merah langsung pada menit ke-38. Keputusan ini diambil wasit menyusul tekel keras Caicedo terhadap pergelangan kaki Mikel Merino.
Meskipun harus bermain dengan kekurangan satu pemain, Chelsea secara mengejutkan justru mampu mengubah arah permainan. Trevoh Chalobah berhasil mencetak gol pembuka melalui sundulan kepala, memanfaatkan umpan akurat dari sepak pojok yang dieksekusi oleh Reece James. Arsenal kemudian membalas melalui tembakan yang dilepaskan oleh Merino pada menit ke-59. Skor 1-1 ini bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Arteta menyatakan bahwa hasil imbang ini cukup mengecewakan, terutama karena timnya gagal memaksimalkan keuntungan superioritas jumlah pemain selama sebagian besar durasi pertandingan.
Sorotan Arteta pada Jadwal Padat
Pasca pertandingan Chelsea vs Arsenal, Mikel Arteta menguraikan faktor-faktor yang diyakininya menjadi penyebab kegagalan timnya meraih poin penuh. Pelatih asal Spanyol itu menilai bahwa ritme pertandingan yang sangat padat dalam satu minggu terakhir telah menyebabkan penurunan signifikan pada kondisi fisik dan mental para pemainnya.
Arsenal tercatat melakoni serangkaian laga berat, termasuk melawan rival sekota Tottenham Hotspur dan raksasa Jerman Bayern Muenchen, sebelum bertandang ke Stamford Bridge.
“Minggu ini terasa sangat berat, baik dari segi emosional maupun fisik. Kami hanya memiliki sisa waktu satu hari untuk melakukan pemulihan penuh,” ungkap Arteta kepada BBC Sport.
Selain itu, Arteta juga menyoroti adanya perbedaan mencolok dalam durasi istirahat yang dimiliki kedua tim. Chelsea memiliki waktu pemulihan yang lebih panjang setelah meraih kemenangan atas Barcelona di pertandingan sebelumnya. Sementara itu, Arsenal harus bergerak cepat dari satu pertandingan besar ke pertandingan penting berikutnya tanpa jeda istirahat yang memadai. Menurut Arteta, faktor kelelahan kolektif ini memengaruhi ketajaman timnya dalam memanfaatkan ruang kosong melawan sepuluh pemain lawan.
