Legenda Liverpool, Jamie Carragher, secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap spekulasi yang menghubungkan Mohamed Salah dengan kepindahan ke Liga Pro Arab Saudi. Carragher menilai bahwa kapten tim nasional Mesir tersebut masih memiliki kapabilitas fisik dan teknis yang mumpuni untuk bersaing di kompetisi elite Eropa, meskipun performanya mengalami penurunan statistik pada musim ini.
Mohamed Salah dipastikan akan menanggalkan seragam Liverpool pada musim panas 2026, satu tahun lebih cepat dari masa berakhir kontraknya yang semula dijadwalkan hingga 2027. Keputusan ini diambil setelah tercapainya kesepakatan bersama antara pihak pemain dan manajemen klub untuk mengakhiri kerja sama secara lebih awal.
BACA JUGA : Ketetapan Valuasi Chelsea: Enzo Fernandez Hanya Akan Dilepas dengan Nilai Minimal Rp 2,2 Triliun
Spekulasi Timur Tengah dan Penurunan Performa
Rumor mengenai kepindahan Salah ke Arab Saudi sebenarnya telah berembus kencang sejak musim lalu, di mana klub Al Hilal dilaporkan siap menggelontorkan dana transfer antara 150 hingga 200 juta Poundsterling. Namun, pada saat itu Salah memilih untuk bertahan di Anfield.
Kini, dengan catatan 10 gol di seluruh kompetisi pada musim 2025/2026—angka yang dianggap menurun bagi standar tinggi Salah—banyak pihak menyarankan agar ia melanjutkan karier di Arab Saudi atau Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat. Namun, Carragher memiliki pandangan yang berbeda.
Komparasi dengan Cristiano Ronaldo dan Ambisi Eropa
Dalam diskusinya di acara The Overlap Podcast, Carragher menegaskan bahwa pemain berusia 33 tahun tersebut memiliki etos kerja yang serupa dengan Cristiano Ronaldo dalam hal menjaga kondisi fisik.
“Saya rasa Mo Salah memiliki mentalitas seperti Ronaldo; belum saatnya bagi dia untuk bermain di Arab Saudi. Menurut hemat saya, karier kompetitif seorang pemain kelas dunia seolah berakhir ketika mereka memutuskan pindah ke sana. Salah saya yakini masih ingin menambah catatan gol serta rekor di Liga Champions,” ujar Carragher.
Carragher menambahkan bahwa Salah kemungkinan besar masih menganggap dirinya sebagai salah satu pemain terbaik di dunia yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi klub besar. “Kepergian dari Liverpool kali ini bukanlah akhir dari kariernya. Dia masih memiliki banyak hal untuk ditawarkan di level tertinggi,” lanjutnya.
Peluang Kembali ke Serie A
Sebagai opsi yang paling masuk akal, Carragher menyarankan Salah untuk kembali merumput di kompetisi papan atas Italia (Serie A). Rekam jejak Salah di Italia sebenarnya sangat positif; ia pernah membela Fiorentina dan AS Roma dengan status sebagai pemain kunci sebelum akhirnya diboyong Liverpool pada 2017.
Kematangan taktik di Liga Italia dinilai sangat cocok dengan karakteristik permainan Salah saat ini. Kecepatan yang mungkin sedikit berkurang akibat faktor usia dapat dikompensasi dengan visi bermain dan penyelesaian akhir yang tetap tajam dalam skema sepak bola Italia yang sangat mengutamakan strategi.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Salah mengenai klub tujuan berikutnya. Namun, pandangan Carragher memberikan perspektif bahwa panggung Eropa, khususnya Italia, tetap menjadi pelabuhan yang lebih prestisius bagi pemain dengan status legenda seperti Mohamed Salah dibandingkan tawaran finansial besar dari luar Eropa.
