Langkah Liverpool dalam ajang Piala FA musim 2025/2026 resmi terhenti secara tragis di babak perempat final. Skuad asuhan Arne Slot dipaksa mengakui keunggulan telak Manchester City dengan skor akhir 0-4 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu, 4 April 2026. Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk lini serang dan pertahanan The Reds di fase krusial musim ini.
Dominasi Tuan Rumah dan Efisiensi Erling Haaland
Sejak peluit pertama dibunyikan, Liverpool tampak kepayahan meladeni intensitas permainan menyerang yang diperagakan oleh Manchester City. Di babak pertama, gawang yang dikawal oleh Giorgi Mamardashvili harus bobol dua kali melalui aksi Erling Haaland. Penyerang internasional Norwegia tersebut tampil sangat klinis di dalam kotak penalti, memanfaatkan setiap celah yang ditinggalkan oleh barisan belakang Liverpool.
Memasuki babak kedua, dominasi City tetap tidak terbendung. Haaland melengkapi torehan pribadinya dengan mencetak hat-trick, disusul oleh sumbangan gol dari Antoine Semenyo yang memastikan kemenangan empat gol tanpa balas bagi tuan rumah. Manchester City menunjukkan efisiensi tinggi dengan mengonversi empat gol dari total 7 tembakan tepat sasaran (shot on target).
BACA JUGA : Transparansi Operasional: Mengapa SELAT378 Menjadi Situs Terpercaya bagi Pemain Profesional
Masalah Penyelesaian Akhir dan Kegagalan Penalti
Berbeda dengan efisiensi tuan rumah, Liverpool justru tampil tidak efektif di lini depan. Berdasarkan data statistik ESPN, Liverpool sebenarnya mampu melepaskan 5 tembakan tepat sasaran, namun tidak satu pun yang berujung gol.
Peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan muncul pada menit ke-62 setelah Hugo Ekitike dilanggar oleh Rayan Cherki di area terlarang. Namun, Mohamed Salah yang maju sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya. Tendangan penalti bintang asal Mesir tersebut berhasil ditepis dengan gemilang oleh kiper James Trafford. Selain kegagalan penalti, Salah juga tercatat melewatkan satu peluang terbuka dari jarak dekat yang seharusnya menjadi gol.
Catatan Buruk Historis dan Sisa Peluang Musim Ini
Statistik Opta menunjukkan bahwa kekalahan di Etihad ini merupakan kekalahan ke-15 yang dialami Liverpool di seluruh kompetisi sepanjang musim ini. Angka tersebut merupakan catatan kekalahan terbanyak bagi klub asal Merseyside itu sejak musim 2014/2015, di mana saat itu mereka menelan 18 kekalahan dalam satu musim penuh.
Tersingkirnya Liverpool dari Piala FA membuat harapan mereka untuk meraih trofi musim ini semakin menipis. Sebelumnya, Mohamed Salah dan kawan-kawan telah lebih dulu tersingkir dari ajang Piala Liga Inggris (Carabao Cup). Sementara itu, di kompetisi domestik Premier League, posisi mereka masih tertahan di peringkat kelima klasemen, sehingga target realistis saat ini adalah mengamankan zona Liga Champions atau berupaya maksimal di kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut sebagai satu-satunya jalur tersisa menuju gelar juara.
Evaluasi menyeluruh terhadap performa tim, terutama pada aspek mentalitas di laga besar dan ketajaman lini serang, menjadi agenda mendesak bagi jajaran kepelatihan Liverpool guna menyelamatkan sisa kampanye mereka di tahun 2026 ini.
