Manchester – Menjelang pertandingan pekan ke-16 Liga Inggris musim 2025-2026 antara Manchester United dan Bournemouth, Pelatih Ruben Amorim secara terbuka mengidentifikasi akar permasalahan yang menghambat konsistensi kemenangan timnya. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Theatre of Dreams, Old Trafford, pada Selasa (16/12/2025) pukul 03.00 WIB.
Amorim menilai bahwa masalah utama yang dihadapi Manchester United musim ini terletak pada sektor pertahanan. Statistik menunjukkan kerapuhan yang mengkhawatirkan: dalam 15 pertandingan Liga Inggris, The Red Devils telah kebobolan 22 gol. Angka ini hampir setara dengan total 25 gol yang mereka cetak, menandakan ketidakseimbangan yang serius antara efisiensi menyerang dan soliditas bertahan.
Fokus Perbaikan Defensif
Dalam pandangannya, perbaikan aspek defensif menjadi fokus utama tim dalam waktu dekat. Amorim menegaskan bahwa meskipun timnya mampu mencetak gol, mereka juga terlalu mudah kemasukan.
“Saya rasa kami mencetak banyak gol, tetapi kami juga kebobolan banyak gol, dan kami akan mencoba mencari solusinya,” kata pelatih Manchester United itu.
Amorim menjelaskan bahwa masalahnya bukan pada banyaknya tembakan yang dihadapi, melainkan pada efektivitas lawan dalam mengkonversi peluang menjadi gol.
“Kami perlu menekan lebih baik, kami perlu melindungi gawang kami lebih baik, karena kami tidak kebobolan banyak tembakan dalam pertandingan terakhir,” jelasnya. “Kami sedang meningkatkan hal itu. Tetapi kami tahu bahwa setiap [lawan membuat] peluang, kami kebobolan.”
Oleh karena itu, strategi ke depan adalah memaksimalkan potensi lini serang sambil membenahi kerentanan di belakang. “Jadi kami ingin terus mencetak gol tetapi fokus untuk tidak kebobolan. Itu adalah poin kunci untuk memenangkan pertandingan,” pungkasnya.
Ujian Berat Melawan Bournemouth yang Giant-Killer
Tantangan berikutnya menanti Manchester United saat menjamu Bournemouth, tim yang datang dengan catatan hasil cukup baik melawan klub-klub papan atas (giant-killer). Musim ini, Bournemouth telah menunjukkan kemampuannya dengan mengalahkan Tottenham Hotspur, bermain imbang melawan Chelsea, serta memberikan perlawanan ketat kepada Manchester City dan Liverpool.
Di sisi lain, Manchester United sendiri tengah berjuang mengatasi inkonsistensi di kandang, tercatat belum meraih kemenangan dalam dua laga kandang terakhir. Kondisi ini menjadikan pertandingan melawan Bournemouth sebagai ujian penting bagi Amorim untuk membuktikan efektivitas strateginya, khususnya dalam menjaga soliditas pertahanan demi mengamankan tiga poin krusial di Liga Inggris.
