Turin – Juventus berhasil mengamankan tempat di babak perempat final Coppa Italia setelah menundukkan Udinese dengan skor 2-0. Pertandingan babak 16 besar yang berlangsung di Stadion Allianz, Turin, pada Rabu (3/12/2025) dini hari WIB, ditandai dengan kemenangan yang diwarnai kritik pedas dari pelatih Luciano Spalletti.
Dua gol kemenangan I Bianconeri dicetak melalui gol bunuh diri oleh pemain Udinese, Matteo Palma, pada menit ke-23, disusul oleh penalti yang dieksekusi oleh Manuel Locatelli pada menit ke-68.
Analogi Tajam: Juventus Adalah Singa yang Melawan Tikus
Meskipun meraih kemenangan dan clean sheet, Luciano Spalletti tidak sepenuhnya puas dengan penampilan anak asuhnya. Ia menilai timnya masih memiliki banyak catatan yang harus diperbaiki, terutama dalam hal mentalitas dan pengambilan keputusan saat menghadapi lawan yang secara teknis dianggap lebih lemah.
“Kami bermain cukup baik, kami melakukan segalanya dengan baik. Kami bermain dengan keseimbangan yang baik, memanfaatkan peluang, dan menciptakan peluang-peluang besar,” ujar Spalletti kepada Italia 1 setelah laga usai.
Namun, kritik keras datang saat ia menggunakan analogi yang mencolok untuk menggambarkan intensitas permainan Juventus:
“Kita seharusnya bisa menangani situasi-situasi tertentu dengan lebih baik, dan mengingat level yang kita miliki, kita perlu memanfaatkannya. Kita harus garang dan kejam. Singa sejati mengerahkan seluruh kekuatannya, bahkan melawan tikus.”
Melalui analogi “Singa dan Tikus,” Spalletti menekankan bahwa Juventus, sebagai tim besar (Singa), harus bermain dengan keganasan dan kekejaman maksimal, bahkan ketika menghadapi Udinese yang dalam pandangannya berada di level yang lebih rendah (Tikus).
Pujian untuk Duet Penyerang Muda
Di sisi lain, Spalletti memberikan apresiasi tinggi kepada dua penyerang muda yang tampil mengesankan sebagai pengganti Dusan Vlahovic yang harus menepi akibat cedera pada laga Serie A sebelumnya. Lois Openda dan Jonathan David mendapat pujian khusus dari sang pelatih.
Spalletti menjelaskan bahwa kedua pemain tersebut sangat nyaman bermain sebagai penyerang tengah. “David secara teknis sangat bagus, dan terhubung dengan baik dengan tim. Dia bergerak sangat baik di kotak penalti ketika tim bermain melawan blok rendah dan tahu bagaimana mengelola situasi sulit,” jelas Spalletti. Ia menilai David dan Openda menunjukkan kombinasi yang saling melengkapi di lini serang.
