Krisis Konsentrasi: Cody Gakpo Ungkap Frustrasi Usai Liverpool Telan Kekalahan ke-10
Liga Inggris

Krisis Konsentrasi: Cody Gakpo Ungkap Frustrasi Usai Liverpool Telan Kekalahan ke-10

Liverpool kembali menghadapi kenyataan pahit dalam lanjutan Premier League pekan ke-31, Sabtu (21/3/2026) malam WIB. Sang juara bertahan dipaksa menyerah dengan skor 1-2 saat bertandang ke markas Brighton & Hove Albion di Stadion Amex. Hasil ini melengkapi catatan buruk skuad asuhan Arne Slot yang kini telah mengantongi sepuluh kekalahan dalam satu musim liga.

Statistik ini menjadi tamparan keras bagi publik Anfield, mengingat ini adalah pertama kalinya Liverpool merasakan sepuluh kekalahan dalam semusim sejak kampanye 2015/2016. Penurunan performa yang drastis ini memicu kekhawatiran besar mengenai masa depan tim di papan atas klasemen.

BACA JUGA : Rahasia Jackpot Besar: Mengenal Fitur dan Mekanisme Slot di Situs ANGSA4D

Rekor Terburuk di Menit Akhir

Salah satu aspek yang paling disorot dari kekalahan demi kekalahan Liverpool musim ini adalah rapuhnya lini pertahanan di fase krusial pertandingan. Berdasarkan data statistik, The Reds telah delapan kali kebobolan pada menit ke-90 atau setelahnya di Liga Inggris musim 2025/2026.

Catatan tersebut merupakan jumlah kebobolan di masa injury time terbanyak dalam sejarah klub sepanjang era Premier League. Fenomena ini mengindikasikan adanya masalah serius pada mentalitas bertanding dan tingkat konsentrasi para pemain saat memasuki menit-menit akhir laga.

Pernyataan Cody Gakpo: Frustrasi Tanpa Jawaban

Winger asal Belanda, Cody Gakpo, tidak mampu menyembunyikan rasa kecewanya usai peluit panjang dibunyikan di markas Brighton. Gakpo mengakui bahwa timnya seolah kehilangan arah dan sulit menemukan solusi untuk menghentikan tren negatif yang terus berulang.

“Situasi ini sangat membuat frustrasi. Saya rasa pola seperti ini sudah terjadi beberapa kali musim ini, dan itu jelas tidak baik bagi kami,” ujar Gakpo dalam sesi wawancara pasca-pertandingan.

Ia menambahkan bahwa jika tim sudah mengetahui penyebab pasti dari performa buruk tersebut, mereka pasti sudah memperbaikinya sejak lama. “Kami harus terus menganalisis secara mendalam dan mungkin menemukan titik spesifik yang merugikan kami pada saat-saat krusial tersebut,” lanjutnya.

Ancaman Absen di Liga Champions

Kekalahan di Brighton membuat posisi Liverpool kian terancam di tabel klasemen. Saat ini, Liverpool tertahan di peringkat kelima dengan raihan 49 poin. Jika performa tim tidak segera membaik di sisa musim, pasukan Arne Slot terancam gagal mengamankan tiket ke zona Liga Champions musim depan.

Kegagalan lolos ke kompetisi kasta tertinggi Eropa akan menjadi kerugian finansial dan reputasi yang besar bagi klub yang baru saja mengecap kesuksesan sebagai juara bertahan. Kini, Arne Slot memiliki tugas berat untuk memulihkan moral pemain di delapan laga sisa guna menghindari kegagalan total di akhir musim.