Jakarta – Menjelang keikutsertaan Tim Nasional U-17 Indonesia di ajang Piala Dunia U-17 2025 yang akan berlangsung di Qatar mulai $3$ hingga $27$ November, Pelatih Kepala Nova Arianto menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat dan penggemar sepak bola Tanah Air. Nova meminta publik untuk tidak memberikan ekspektasi yang berlebihan kepada skuad asuhannya.
Nova Arianto menekankan bahwa partisipasi di turnamen sekelas Piala Dunia adalah bagian krusial dari proses jangka panjang pembinaan pemain muda menuju level senior yang lebih tinggi. Ia berharap dukungan publik difokuskan pada aspek moral agar para pemain dapat tampil lepas dan penuh percaya diri di lapangan.
“Mungkin jadi sebagai penutup saya minta doa dan support-nya dari masyarakat Indonesia. Semoga tim U-17 bisa memberikan yang terbaik. Tetapi saya berpesan jangan memberikan ekspektasi yang terlalu berlebih,” ujar pelatih berusia $45$ tahun itu, dalam konferensi pers persiapan Timnas U-17 pada Minggu ($2/11/2025$).
Menekankan Proses dan Dukungan Moral
Mantan bek Timnas Indonesia ini menegaskan pentingnya dukungan tanpa syarat, terlepas dari hasil akhir yang akan diraih oleh tim di Qatar. Menurut Nova, kepercayaan dan dukungan penuh dari publik akan sangat membantu pemain muda untuk tetap termotivasi dan fokus menjalani fase perkembangan mereka sebagai atlet profesional.
Filosofi ini menunjukkan bahwa bagi tim pelatih, target utama bukanlah sekadar hasil instan di papan skor, melainkan bagaimana pengalaman berharga di kompetisi tingkat dunia ini dapat membentuk mental dan kemampuan pemain di masa depan.
Piala Dunia U-17 sebagai Bekal Masa Depan
Nova Arianto meminta para pemain Timnas U-17 Indonesia untuk menikmati setiap momen dan setiap laga yang akan mereka jalani di Qatar. Ia menyebut Piala Dunia U-17 merupakan kesempatan langka dan level tertinggi kompetisi yang dapat mereka rasakan di kelompok usia tersebut.
“Saya minta pemain tetap enjoy dan menikmati apa yang mereka lakukan nanti di Piala Dunia karena itu menjadi pengalaman yang baik buat mereka agar ke depannya bisa menjalani prosesnya,” tambah Nova.
Piala Dunia U-17 dipandang sebagai batu loncatan yang tak ternilai harganya. Berhadapan dengan tim-tim terbaik dunia seperti Brasil, Zambia, dan Honduras (Timnas U-17 Indonesia tergabung di Grup H), akan memberikan pelajaran taktis dan mental yang tidak bisa didapatkan di kompetisi domestik. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal kuat bagi para pemain untuk naik ke level U-23, hingga akhirnya memperkuat Timnas Senior Indonesia.
Dengan pendekatan yang fokus pada proses dan perkembangan ini, Nova Arianto berharap publik Indonesia dapat menjadi pendorong semangat, bukan beban ekspektasi yang justru dapat menghambat performa para pemain muda tersebut.
