Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memilih untuk memberikan perlindungan emosional kepada para pemainnya di tengah tekanan publik setelah kegagalan beruntun di dua kompetisi piala. Meski menolak melakukan kritik terbuka terhadap individu di dalam skuad, Arteta secara tegas meminta seluruh elemen tim untuk “berkaca” dan mengevaluasi kesalahan guna memperbaiki performa di fase krusial musim 2025/2026.
Kondisi ini menyusul kekalahan mengejutkan Arsenal dengan skor 1-2 dari tim divisi Championship, Southampton, pada babak perempat final Piala FA akhir pekan lalu. Hasil pahit tersebut melengkapi duka The Gunners yang sebelumnya juga harus mengakui keunggulan Manchester City dengan skor 0-2 pada partai final Piala Liga Inggris sebelum jeda internasional bulan lalu.
BACA JUGA : Krisis Efektivitas Liverpool: Tersingkir dari Piala FA Usai Takluk Empat Gol di Etihad
Runtuhnya Ambisi Quadruple dan Tanggung Jawab Manajer
Dua kekalahan dalam kurun waktu singkat ini secara resmi menutup peluang Arsenal untuk merengkuh empat trofi (quadruple) musim ini. Saat ini, fokus Arsenal tersisa pada dua kompetisi paling bergengsi, yakni Premier League dan Liga Champions.
Meskipun performa tim tampak menurun di saat-saat paling menentukan, Arteta tetap menunjukkan loyalitas tinggi kepada anak asuhnya. “Saya mencintai para pemain saya dan sangat menghargai apa yang telah mereka dedikasikan selama sembilan bulan terakhir,” ujar Arteta sebagaimana dikutip dari Sky Sports.
Arteta juga menegaskan bahwa dirinya adalah sosok yang paling bertanggung jawab atas kegagalan tersebut. “Saya tidak akan mengkritik mereka karena kekalahan di kandang Southampton. Jika ada seseorang yang harus memikul tanggung jawab, orang itu adalah saya. Saya akan membela mereka lebih dari sebelumnya,” tambahnya.
Menghadapi Periode Tersulit Musim Ini
Menurut Arteta, setiap tim besar biasanya mengalami dua atau tiga periode sulit dalam satu musim. Bagi Arsenal, saat ini adalah momen pertama dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Ia menekankan pentingnya bagi para pemain untuk tidak mencari alasan, baik terkait pemain yang absen karena cedera maupun kendala fisik lainnya.
“Mari kita bercermin dan menerima situasi ini sebagai sebuah realitas. Kita harus berjuang kembali dan melangkah maju dengan visi yang jelas. Tidak ada alasan bagi pemain yang tidak hadir atau mereka yang bermain dengan sejumlah masalah kebugaran,” jelas manajer asal Spanyol tersebut.
Kalender Krusial di Depan Mata
Arsenal tidak memiliki waktu luang untuk meratapi kegagalan domestik. Selama dua pekan ke depan, The Gunners telah ditunggu oleh serangkaian laga hidup-mati yang akan menentukan kesuksesan musim mereka secara keseluruhan:
- Perempat Final Liga Champions: Pertemuan dua leg melawan Sporting CP yang akan menguji ketahanan mental skuad di level Eropa.
- Premier League: Laga krusial melawan Manchester City yang diprediksi akan menjadi penentu arah perburuan gelar juara liga domestik.
Arteta berharap anak asuhnya dapat memberikan respons positif di lapangan guna membuktikan bahwa mentalitas juara Arsenal masih tetap terjaga. Keberhasilan melewati periode ini akan menjadi pembuktian apakah proses yang telah dibangun selama sembilan bulan terakhir dapat membuahkan hasil manis di penghujung musim 2026.
